Visi dan Misi ARYS Hilman Nugraha

Dalam terpaan disrupsi teknologi yang diperlaju oleh pandemi, dunia perbukuan tidak akan pernah sama lagi. Perlu lompatan dalam menangani organisasi kita lima tahun ke depan.

Dunia baru yang kita hadapi memerlukan kemampuan memahami perubahan. Betul, teknologi melahirkan tantangan, tapi dalam genggaman orang yang tepat, ia justru menjelma peluang. Kini, misalnya, tak ada lagi dikotomi pusat dan daerah karena semua potensi bisa mengemuka tanpa rintangan jarak.

Inilah era ketika kesediaan berbagi dan menyimak aspirasi menjadi kunci kemajuan, karena dengannyalah kita bisa mengenali dan mengelola potensi. Yang kita perlukan adalah kemampuan mengorkestrasi tindakan, bukan performa vokal seorang solois.  

Berikut ini Visi dan Misi Arys Hilman Nugraha, Kandidat Ketum IKAPI Pusat nomor urut 1.

VISI
Terwujudnya kepengurusan Ikapi yang solid dalam memperjuangkan kepentingan usaha anggota dan menjadi representasi penerbitan yang mandiri, maju, dan berdaya dalam upaya-upaya kolaborasi dengan mitra untuk pengembangan ekosistem perbukuan yang sehat.

MISI

  • Mewujudkan kepengurusan yang kompak dan dapat membangun suasana dialogis di tingkat pusat maupun bersama daerah dengan kesediaan untuk berbagi dan menyimak aspirasi-aspirasi dalam upaya mengembangkan organisasi.
  • Mewujudkan kepengurusan sebagai representasi kepentingan usaha anggota dalam hubungan organisasi ke dalam maupun ke luar pada semua isu perbukuan seperti beleid fiskal maupun buku pendidikan serta secara luas dalam kontribusi pencapaian cita-cita bangsa.
  • Mengembangkan peran lebih besar pengurus dan penerbit daerah dalam pencapaian ekosistem perbukuan yang sehat sebagaimana ditetapkan dalam undang-undang dengan membuka akses pembinaan dan jalur kolaborasi dengan berbagai pihak.
  • Mengembangkan kapasitas penerbit dalam beradaptasi dengan iklim perbukuan yang benar-benar baru sehingga mampu mengubah disrupsi menjadi peluang dan menjalani transformasi di bidang teknologi yang membuka kemungkinan-kemungkinan baru industri perbukuan sejak proses akuisisi naskah hingga distribusi buku.
  • Mengembangkan organisasi yang mandiri dan dapat berdiri tegak saat menjalin kemitraan dengan pihak lain termasuk pemerintah dengan membangun kapasitas finansial pada satu sisi dan diplomasi pada sisi lain, serta menunjukkan keberdayaan ketika berhadapan dengan pihak-pihak yang merusak ekosistem perbukuan sebagaimana terjadi dalam hal pembajakan buku.
Please follow and like us:
Tweet 20

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email