Visi dan Misi ARYS Hilman Nugraha

Kandidat Ketua Umum Ikapi 2020-2025

Dalam terpaan disrupsi teknologi yang diperlaju oleh pandemi, dunia perbukuan tidak akan pernah sama lagi. Perlu lompatan dalam menangani organisasi kita lima tahun ke depan.

Dunia baru yang kita hadapi memerlukan kemampuan memahami perubahan. Betul, teknologi melahirkan tantangan, tapi dalam genggaman orang yang tepat, ia justru menjelma peluang. Kini, misalnya, tak ada lagi dikotomi pusat dan daerah karena semua potensi bisa mengemuka tanpa rintangan jarak.

Inilah era ketika kesediaan berbagi dan menyimak aspirasi menjadi kunci kemajuan, karena dengannyalah kita bisa mengenali dan mengelola potensi. Yang kita perlukan adalah kemampuan mengorkestrasi tindakan, bukan performa vokal seorang solois.  

Berikut ini Visi dan Misi Arys Hilman Nugraha, Kandidat Ketum IKAPI Pusat nomor urut 1.

VISI
Terwujudnya kepengurusan Ikapi yang solid dalam memperjuangkan kepentingan usaha anggota dan menjadi representasi penerbitan yang mandiri, maju, dan berdaya dalam upaya-upaya kolaborasi dengan mitra untuk pengembangan ekosistem perbukuan yang sehat.

MISI

  • Mewujudkan kepengurusan yang kompak dan dapat membangun suasana dialogis di tingkat pusat maupun bersama daerah dengan kesediaan untuk berbagi dan menyimak aspirasi-aspirasi dalam upaya mengembangkan organisasi.
  • Mewujudkan kepengurusan sebagai representasi kepentingan usaha anggota dalam hubungan organisasi ke dalam maupun ke luar pada semua isu perbukuan seperti beleid fiskal maupun buku pendidikan serta secara luas dalam kontribusi pencapaian cita-cita bangsa.
  • Mengembangkan peran lebih besar pengurus dan penerbit daerah dalam pencapaian ekosistem perbukuan yang sehat sebagaimana ditetapkan dalam undang-undang dengan membuka akses pembinaan dan jalur kolaborasi dengan berbagai pihak.
  • Mengembangkan kapasitas penerbit dalam beradaptasi dengan iklim perbukuan yang benar-benar baru sehingga mampu mengubah disrupsi menjadi peluang dan menjalani transformasi di bidang teknologi yang membuka kemungkinan-kemungkinan baru industri perbukuan sejak proses akuisisi naskah hingga distribusi buku.
  • Mengembangkan organisasi yang mandiri dan dapat berdiri tegak saat menjalin kemitraan dengan pihak lain termasuk pemerintah dengan membangun kapasitas finansial pada satu sisi dan diplomasi pada sisi lain, serta menunjukkan keberdayaan ketika berhadapan dengan pihak-pihak yang merusak ekosistem perbukuan sebagaimana terjadi dalam hal pembajakan buku.

INDUSTRI PENERBITAN BUKU LESU, IKAPI BANTEN GELAR PERTEMUAN

Angota Ikapi Banten bersama Caketum IKAPI Arys Hilman Nugraha

Serang (18/11/2020) – Menghadapi kelesuan industri penerbitan di masa pandemi covid-19, Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) daerah Banten menggelar silaturahmi dan diskusi sesama anggota IKAPI, pada Rabu, 18 November 2020 di Cafe Umakite, Kota Serang.

Selain mencari soal solusi kelesuan industri perbukuan, diskusi ini juga sekaligus membahas masa depan organisasi penerbitan tertua di Indonesia ini, terutama menjelang MUNAS IKAPI ke 19 pada tanggal 25-28 Nopember 2020, dimana salah satu agenda penting adalah pemilihan Ketua Umum Ikapi masa bakti 2020-2025, kata Andi Suhud, Ketua IKAPI Banten kepada pers.

Selain dihadiri oleh penerbit anggota IKAPI Banten dari Kota Serang dan Tangerang Raya, Turut hadir dalam diskusi santai tersebut, ketua IKAPI provinsi DKI Jakarta, Hikmat Kurnia dan Arys Hilman, salah satu Calon Ketua Umum IKAPI 2020-2025 nomor urut satu.

Ketua IKAPI Banten yang juga penggagas Forum Ekonomi Kreatif (Fekraf) Banten, Andi Suhud menyampaikan IKAPI sebagai organisasi penerbitan satu-satunya di Indonesia masih memiliki posisi tawar yang rendah dengan Pemerintah daerah di seluruh Indonesia soal produksi perbukuan khususnya di Banten, bahkan penerbitan sebagai salah satu dari 17 subsektor ekonomi kreatif, masih dipandang sebelah mata oleh pemerintah daerah khususnya.

Maraknya pembajakan dan lemahnya regulasi dan sanksi hukum terhadap pelaku pembajakan menjadi ‘pekerjaan rumah’ yang harus diselesaikan dalam masa kepemimpinan IKAPI ke depan, tambah Rozy El Eroy, Sekretaris IKAPI Banten menambahkan.

Arys Hilman dalam paparannya menyampaikan bahwa buku adalah ekspresi budaya yang hidup dan sebagai bagian dari bahasa yang dipilih. Sebuah buku ditulis, diproduksi, dipertukarkan, digunakan, dan dihargai dalam latar bahasa dan budaya tertentu. Unesco pada Hari Buku Sedunia 2019 menegaskan komitmen internasional dalam mendukung masyarakat adat untuk melestarikan budaya, pengetahuan, dan hak-hak mereka.

Pria kelahiran Bandung pada 28 Mei 1968 ini sangat antusias mengusung perubahan di tubuh IKAPI dengan tagline Kolaborasi. Transformasi yang digaungkannya. Saya rasa inilah saatnya IKAPI melakukan perubahan dengan memperjuangkan kepentingan para anggotanya, sampai Arys kepada peserta yang hadir.

Diskusi ditutup dengan pernyataan dukungan IKAPI Banten terhadap Calon Ketua Umum, Arys Hilman, dengan harapan dapat membawa perubahan baru bagi kemajuan IKAPI di masa yang akan datang.

Sebagai informasi Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) adalah satu-satunya asosiasi penerbitan profesional di Indonesia yang menyatukan penerbit buku dari seluruh Indonesia. Ikapi didirikan pada 17 Mei 1950 di Jakarta. (ast)

Tulisan adalah Kekuatan

Oleh: Boy Raja Pangihutan Marpaung. 

Sumber Foto: unsplash.com/Hannah Olinger

Banyak yang bilang, nuklir adalah senjata paling mematikan di dunia. Kekuatan dan dampaknya dapat menghancurkan dunia beserta isinya. Namun, hal ini tak berlaku bagi para EZLN (kelompok pembebasan di Meksiko). Senjata paling mematikan bagi mereka adalah kata-kata. Dengan kata, dunia yang ada saat ini tercipta. Segala sesuatu ada karena kata. Dengan kata, pengetahuan seseorang dapat terisi. Seperti yang diutarakan filsuf Perancis, Michael Foucault, power is knowledge. Hal ini juga ditegaskan Subcomandante Marcos (Pemimpin EZLN), senjata utama mereka adalah kata yang bisa mengubah dunia berserta isinya. “Kata adalah senjata,” tegasnya.

Buku berjudul Our Word Is Our Weapon yang dituliskan Marcos sangat menginspirasi para pengikutnya. Mereka menganggap salah satunya alat yang sangat membahayakan karena tajam nya kata itu.. Kata- kata yang dikeluaarkan dari mulut itu semua memiliki makna dan setiap kalimat yang dilontarkan memiliki maksud.

Ketajaman kata yang dimaksudkan dalam hal ini tentu memiliki arti yang mendalam. Memiliki sebuah makna yang sangat luar biasa dan memiliki maksud untuk mendapatkan sasaran dari kata yang dilontarkan. Begitu juga dengan kalimat, tidak lagi sebuah gabungan kata yang dirangkai menjadi indah bunyinya, melainkan beberapa kata-kata yang memiliki makna dan di gabunngkan menjadi memiliki maksud tertentu untuk tujuan tertentu berdasarkan kebenaran.

Ikapi Award 2019, Ini Daftar Pemenangnya

KOMPAS.com – Banyak kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian acara Indonesia International Book Fair ( IIBF) 2019. Sebagai penyelenggara, Ikatan Penerbit Indonesia ( Ikapi) menggelar pameran buku internasional ini dari 4 sampai 8 September 2019. Salah satu kegiatan yang telah diadakan dalam beberapa tahun terakhir yaitu Ikapi Award. Ini merupakan ajang penghargaan kepada para pihak yang dinilai memberi kontribusi menonjol dalam industri penerbitan buku di Tanah Air.

Dari empat kategori yang ditentukan, berikut ini daftar pemenang yang berhasil meraih Ikapi Award 2019: – Marchella FP untuk kategori Writer of the Year 2019 – Buku berjudul Filosofi Teras karya Henry Manampiring untuk kategori Book of the Year 2019 – Firman Hadiansyah, M.Hum untuk kategori Literacy Promoter of the Year 2019 – Fiersa Besari untuk kategori Rookie of the Year 2019

Dominasi generasi muda

Ketua Umum Ikapi Rosidayati Rozalina menuturkan, penganugerahan ini sebagai bentuk kepedulian Ikapi kepada para pegiat literasi yang berperan menggerakkan industri penerbitan buku di Indonesia. IIBF 2019 Jadi Ajang Penguatan Literasi Indonesia “Kami peduli kepada para penulis dan pegiat literasi yang menjadi sumber naskah dan motor industri penerbitan, lalu kami ungkapkan dalam bentuk Ikapi Award. Ada penulis terbaik, buku terbaik, dan pegiat literasi terbaik,” ucap Rosidayati dalam pembukaan IIBF 2019 di Hall A Balai Sidang Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu (4/9/2019).

Menurut dia, para penerima penghargaan pada tahun ini didominasi generasi muda yang memiliki kemampuan mengintegrasikan keterampilan menulis dan mempromosikannya melalui terobosan-terobosan yang tidak terpikirkan oleh generasi sebelumnya.

Penulis : Erwin Hutapea
Editor : Yohanes Enggar Harususilo

Sumber Berita: Kompas

Kick Off Kampanye

3 Calon Ketua Umum Ikapi Pusat

Jumat, 30 Oktober 2020 rangkaian acara menuju Pemilihan Ketua Umum IKAPI Pusat periode 2020-2025 ditandai dengan Acara Kick Off  Masa Kampanye para kandidat yang dilangsungkan di Gedung Ikapi, Kalipasir, Jakarta Pusat. Acara ini selain dihadiri oleh panitia dan para kandidat, juga akan  menghadirkan secara terbatas tim kampanye masing-masing kandidat dan  tokoh-tokoh di industri perbukuan Indonesia. Mereka sengaja diundang oleh panitia untuk memberi semangat dan sekaligus menunjukkan harapan kepada para kandidat agar bisa memberikan yang terbaik untuk kemajuan IKAPI jika kelak mereka terpilih sebagai ketua umum.

Pemilihan Ketua Umum IKAPI pusat merupakan salah satu agenda dalam Munas IKAPI ke 19 yang akan diselenggarakan pada tanggal 25 sampai dengan 28 November 2020 nanti. Dalam Munas tersebut akan dilakukan pula penyusunan rencana strategis  (Renstra) IKAPI, penyusunan program kerja IKAPI 5 tahun ke depan, pengesahan AD/ART IKAPI dan beberapa hal lain yang berkaitan dengan eksistensi dan peran IKAPI sebagai rumah bagi Industri perbukuan di tanah air. Ketua umum terpilih nantinya akan membentuk kepengurusan baru yang akan bekerja selama 5 tahun ke depan. Pemilihan Ketua Umum IKAPI kali ini berbeda dengan pemilihan-pemilihan sebelumnya. Panitia Pemilihan yang merupakan bagian dari panitia penyelenggara Munas IKAPI ke 19 telah memutuskan bahwa seluruh rangkaian acara dalam Munas akan dilangsungkan secara daring. Ini artinya pemilihan Ketua Umum IKAPI juga akan dilangsungkan secara daring, dimana para peserta Munas yang hadir secara daring akan memberikan suara mereka melalui sistem voting elektronik. Pilihan ini diambil panitia setelah mempertimbangkan berbagai hal, terutama karena belum meredanya ancaman wabah covid 19 di Indonesia.

IKAPI Banten dan Untirta Press Tandatangani MoU

IKAPI Banten dan Untirta Press Tandatangani MoU

SERANG – Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) Banten dan Pusat Penerbitan dan Percetakan Karya Ilmiah Untirta Press sepakat menjalin kerja sama dalam rangka meningkatkan dunia penerbitan buku di Banten. Kerja sama tersebut ditandai dengan adanya penandatanganan nota kesepakatan antara Direktur Untirta Press, Firman Hadiansyah dan Ketua Ikapi Banten, Andi suhud Trisnahadi, di Kantor Untirta Press, Kampus Untirta Pakupatan, Kota Serang, Senin (13/7/2020).

Kesepakatan kerja sama ini juga dalam rangka meningkatkan, mengembangkan dan penerapan tridarma perguruan tinggi, serta untuk meningkatkan kualitas sumber daya dan kelembagaan.

Menurut Firman, nota kesepakatan anatara Untirta Press dan Ikapi Banten merupakan sebuah langkah strategis dalam peningkatan penerbitan di Banten. Ia menambahkan, sebagai lembaga penerbitan yang berada di naungan kampus, harus juga bersinergi dengan berbagai pihak demi kemajuan literasi di Banten.

“Nota kesepakatan ini bertujuan untuk memberikan kontribusi yang terbaik bagi Banten. Tentu saja ke depan ada banyak yang bisa kita lakukan di antaranya seperti pelatihan dan kualifikasi sertifikasi penulis dan editor. Jadi semua calon penulis yang bukunya akan diterbitkan Untirta Press diharapkan memiliki sertifikasi penulis sehingga akan memudahkan kami untuk menata dan mengedit buku sebelum cetak,” kata Firman.

IKAPI dan IDRI Banten Gelar Workshop dan Pendampingan Penulisan Buku

Serang,fesbukbantennews.com (10/12/2019) – Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Banten bekerjasama dengan Ikatan Dosen Republik Indonesia (IDRI) Banten menggelar acara workshop dan pendampingan penulisan buku ajar, buku referensi dan monograf. Acara workshop dan pendampingan di pandu langsung oleh Bambang Trimansyah selaku Direktur Institut Penulis Indonesia skaligus Direktur LSP PEP.

Bertempat di Hotel Abadi Serang, selama dua hari (7-8 Desember), workshop dan pendampingan diikuti peserta sebanyak 35 orang yang datang dari Jakarta, Bandung, Lampung, Tangerang dan Serang. Mereka berasal dari kalangan Dosen, Guru dan Penggiat Literasi

Dalam sambutannya Achmad Rozi El Eroy selaku Ketua IDRI Banten mengatakan bahwa tujuan dari diadakannya kegiatan ini adalah untuk memfasilitasi para Dosen dan Guru khususnya dalam memiliki keterampilan menulis buku ajar dan monograf.

“Selama ini kalau kita perhatikan, Dosen masih sering kesulitan untuk membuat buku ajar ataupun bahan ajar. Terlebih melakukan konversi hasil penelitian menjadi sebuah buku,” katanya.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan Dosen dan Guru yang mengikuti workshop ini dapat memiliki persepsi yang sama bagaimana menyusun naskah sebuah buku, atau mengkonversi hasil penelitian menjadi sebuah buku.

Sementara itu Ketua IKAPI Banten Andi Suhud Trisnahadi mengatakan, masih banyak dosen atau guru yang salah kaprah dalam membuat naskah buku. Kesalahkaprahan ini bisa dilihat dari hal-hal yang paling ringan, seperti Kata Pengantar buku.

“Kata pengantar buku seharusnya di tulis oleh orang lain yang memiliki keahlian atau kepakaran dalam bidang yang sesuai buku itu ditulis. Tetapi, banyak dosen atau guru menulis kata pengantarnya dengan tulisan penulisnya sendiri. Dan ini sudah menjadi kesalahkaprahan disemua level penulis, tidak saja guru tetapi juga dosen,” ujarnya.

Bambang Trimansyah selaku pemateri dalam workshop ini mengatakan para dosen dan guru harus segera Insyaf dari segala bentuk kesalahkaprahan dan pemahaman yang keliru tentang menulis buku ajar.

“Para Dosen masih banyak yang keliru dalam memahami apa arti Daftar pustaka, daftar rujukan atau misalnya tentang isbn. Para Dosen beranggapan bahwa sebuah buku yang ber Isbn adalah buku yang berkualitas. Padahal, ISBN tidak ada hubungannya dengan mutu dan kualitas buku. ISBN hanyalah instrumen penomoran dan pengkodean buku agar mudah dikenali,” ujarnya.

Kegiatan workshop diakhiri dengan pendampingan menulis ikhtisar dan anatomi buku yang dipandu oleh tim pengurus Ikapi Banten. Dan sebelumnya di dahului penyampaian materi tentang Penyuntingan buku oleh Arip Sanjaya selaku Asesor LSP PEP.(ast/LLJ)

Ketua Ikapi Banten: Pemkot Serang Gagal Penuhi Hak Masyarakat

Andi Suhud Trisnahadi, Ketua Ikapi Banten

BantenEkspose.com – Terkait dengan dihapuskan Program Car Free Day oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Serang, Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Banten menilai bahwa Pemkot Serang telah gagal memenuhi hak masyarakat, untuk mendapatkan udara dan lingkungan yang nyaman.

Hal tersebut dikatakan oleh Ketua IKAPI Banten, Andi Suhud saat dikonfirmasi BantenEkspose.com melalui phone seluler, Senin (17/06/19) malam.

“Padahal trend pelaksanaan Car Free Day di Kota Serang semakin membaik. Kalau saya menilai, Pemkot Serang gagal dalam memenuhi hak-hak masyarakat. Keadaan ini akan menjadi buruk,” ungkapnya.

Dikatakan Andi, bahwa dirinya adalah salah satu inisiator awal Car Free Day Kota Serang tersebut. Karenanya, dia sangat menyayangkan, penghapusan program Car Free Day.

“Saya kira, saat trend pelaksanaan car free day di Kota lain semakin baik. di Kota Serang sendiri malah semakin terpuruk. Miris sekali,”jelanya.

Andi  berharap, program Car Free Day tersebut bisa di dihidupkan kembali.  Apalagi, lanjut Andi, Kota Serang sebagai Ibukota Provinsi, dan ini harus menjadi leading terhadap kelestarian lingkungan.

“Lalu persoalan anggaran saya rasa bisa dianggarkan dari masing-masing SKPD, kalau DLH tidak sanggup, Dishub seharusnya bisa. Karena setahu saya, anggarannya tidak terlalu besar dibanding dampak yang dihasilkan,” pungkasnya.

Sumber berita: bantenekspose.com

Rumah Dunia Gelar Penganugerahan Gong Publishing Award

Penganugerahan Gong Publishing Award (2018)

SERANG – Untuk memberikan penghargaan kepada penulis, Rumah Dunia mengadakan acara Gong Publishing Award. Acara penganugerahan ini turut membahas mengenai penulisan Buku Novel best seller “Ada Surga Di Kerudung Ibu” dan Soft Launching naskah novel “Purnama Di Citarum” karya Daru Pamungkas. Bertempat Di Gedung Surosowan Rumah Dunia, Hegar Alam, Nomor 40 Ciloang, Serang Banten, Sabtu (18/8/2018).

Dalam acara tersebut, turut hadir Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Banten, serta dimeriahkan dengan Pembacaan Puisi oleh Siswa Al-Irsyad Banten, Orasi Literasi oleh Achmad Rozi El Eroy selaku Sekretaris IKAPI Banten, Orasi Literasi oleh DR. H Ajak Moeslim, Kepala DPK Banten dan Orasi Literasi oleh Rahmat Heldy HS, penulis buku Ada Surga Di Kerudung Ibu.

“Tema besar nya sebenarnya yaitu tradisi menulis di Banten, jadi dari sejak awal gong publishing sudah memfasilitasi untuk penulis-penulis muda di Banten. Karena untuk lolos ke nasional itu kan sulit sekali penerbitannya maka gong publishing hadir untuk mewadahi penulis-penulis di Banten,” ujar Daru Pamungkas sebagai Ketua Pelaksana acara.

Untuk itu Daru berharap, akan semakin banyak penulis-penulis yang termotivasi untuk mecoretkan karyanya kepada tulisan dibuku dan Rumah Dunia juga dapat menjadi wadah untuk orang-orang yang gemar menulis.

Gesi Aemadar Taning salah satu relawan Rumah Dunia mengungkapkan, “acara ini sangat bagus, untuk anak-anak muda agar bersemangat dan termotivasi untuk menulis. Memberikan pencerahan kepada orang-orang yang mungkin patah semangat dan menjadikan mereka bangkit lagi”.

Acara ini merupakan Penganugerahan kepada Rahmat Heldy HS dengan karya novel best sellernya yaitu Ada Surga Di Kerudung Ibu yang sudah terjual sebanyak 1000 exemplar. (Lusi/Adji)

Rafe’I Ali Institute Gandeng IKAPI Banten Gelar Workshop Wirausaha

PANDEGLANG, Pelitabanten.com – Salah satu rangkaian Munggahan Kampung Literasi bertajuk “Ramadhan Bulan Iqra & Qalam” yang disajikan Rafe’i Ali Institute adalah diskusi tentang kewirausahaan. Hadir sebagai pembicara Direktur SUHUD Mediapromo sekaligus Ketua IKAPI Banten, Andi S. Trisnahadi di Kampung Jaha Masjid Desa Sukamaju Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang-Banten.

Acara yang dipandu oleh Rizki Hendrian, mahasiswa UNMA, dikemas secara santai. Andi menceritakan pengalamannya selama dua puluh tahun memimpin perusahaan media bernama SUHUD Mediapromo.