
MUSDA ke-2 IKAPI Daerah Banten Tegaskan Komitmen Membangun Ekosistem Penerbitan dan Budaya Baca Banten 2026–2031
Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Daerah Banten sukses menyelenggarakan Musyawarah Daerah (MUSDA) ke-2 pada Kamis, 8 Mei 2026, bertempat di Gedung Perpustakaan Universitas Tirtayasa (Untira), Serang, Banten. Mengusung tema “Literasi Baru, Energi Baru,” forum lima tahunan ini menjadi tonggak penting bagi industri penerbitan Banten dalam menyongsong tantangan dan peluang satu dasawarsa ke depan.
MUSDA ke-2 dihadiri peserta yang terdiri atas perwakilan anggota IKAPI Daerah Banten, undangan dari IKAPI Pusat, akademisi, tokoh literasi, serta perwakilan pemerintah daerah Provinsi Banten. Agenda utama meliputi laporan pertanggungjawaban pengurus periode 2021–2026, pemilihan ketua baru, pengesahan program kerja, serta penetapan rekomendasi organisasi untuk masa bakti 2026–2031.
Tema “Literasi Baru, Energi Baru” dipilih sebagai cerminan semangat transformasi industri penerbitan Banten yang tidak sekadar beradaptasi terhadap era digital, melainkan menjadi pelopor ekosistem penerbitan yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing. Tema ini sekaligus menegaskan peran strategis IKAPI sebagai lokomotif budaya baca di Provinsi Banten.
Sidang MUSDA berjalan dengan dinamis dan penuh semangat kebersamaan. Melalui proses musyawarah mufakat, peserta berhasil menetapkan kepengurusan baru, mengesahkan Rekomendasi Organisasi dan Program Kerja Periode 2026–2031, serta merumuskan sejumlah rekomendasi strategis kepada pemerintah daerah dan pemangku kepentingan di bidang perbukuan.
Dalam sambutan dan keterangannya kepada media, Andi Suhud Trisnahadi menyatakan bahwa MUSDA ke-2 ini bukan sekadar pergantian kepemimpinan, melainkan sebuah lompatan strategis bagi IKAPI Banten untuk memperkuat perannya di tengah lanskap literasi dan industri penerbitan yang terus berubah.
“Tema ‘Literasi Baru, Energi Baru’ bukan sekadar slogan. Ini adalah komitmen nyata kami bahwa IKAPI Banten akan hadir lebih kuat, lebih relevan, dan lebih berdampak bagi anggota, bagi masyarakat, dan bagi kemajuan dunia penerbitan di Banten. Kami sadar bahwa literasi adalah investasi peradaban jangka panjang, dan penerbit adalah garda terdepannya.” ungkap Andi Suhud
Andi Suhud juga menggarisbawahi tiga prioritas utama kepengurusannya: pertama, memperkuat ekosistem digital penerbitan Banten; kedua, mendekatkan buku kepada masyarakat melalui gerakan literasi akar rumput; dan ketiga, memperjuangkan kebijakan yang berpihak kepada penerbit lokal Banten dalam setiap proses pengadaan buku oleh pemerintah daerah.
Ia menambahkan, IKAPI Banten akan membangun sinergi erat dengan perguruan tinggi, komunitas literasi, dan media dalam mewujudkan visi Banten sebagai Provinsi Literasi pada 2031.
Mewakili IKAPI Pusat, Sekretaris Umum Wahyu Rinanto hadir langsung dalam MUSDA ke-2 dan menyampaikan apresiasi serta dukungan penuh kepada seluruh keluarga besar IKAPI Daerah Banten atas terselenggaranya forum musyawarah yang demokratis dan produktif ini.
“IKAPI Pusat memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada IKAPI Banten atas penyelenggaraan MUSDA yang sangat bermutu ini. Tema ‘Literasi Baru, Energi Baru’ sangat relevan dengan arah kebijakan nasional. Kami berharap IKAPI Banten mampu menjadi model bagi daerah-daerah lain dalam membangun industri penerbitan yang kuat, inovatif, dan berakar pada kearifan lokal.” pungkat Sekum IKAPI Pusat ini