Ketua Dewan Pertimbangan Ikapi Pusat, Udanarto Pudji Ludwinto memberi 5 catatan kepada Ikapi Pusat untuk dilaksanakan.

Jakarta, ikapibanten.com. Alhamdulillah selama pandemi ini, beberapa program pengurus pusat sudah berjalan dengan baik, mungkin ada beberapa program yang tidak bisa dijalankan karena faktor pembiayaan dan kurang adanya support dari pemerintah. Maklum saja dananya banyak terpakai penanganan covid.” ungkap Ketua Dewan Pertimbangan Pusat Ikapi, Udanarto Pudji Ludwinto saat memberikan sambutan dalam acara Konferensi Kerja Nasional (Konkernas) Tahun 2022 Pengurus Ikapi Pusat yang dilaksanakan secara Daring, (4-5/3/2022)

Udanarto menambahkan, “Dewan Pertimbangan Pusat siap mendampingi dan membantu Pengurus Pusat dalam menjalankan seluruh kegiatan Ikapi baik internal maupun eksternal.”

Melalui forum Konkernas tahun ini, Dewan Pertimbangan Pusat menyampaikan beberapa pertimbangan atau masukan untuk menjadi perhatian pengurus pusat, yaitu; pertama, Program kerja pengurus pusat tahun 2022 sudah cukup baik dan telah dipaparkan pada Rakernas bersama Dewan Pertimbangan Pusat, kami berharap program kerja yang telah dibuat oleh pengurus pusat ini bisa disinergikan dengan program kerja pengurus daerah menjadi program bersama sehingga bisa terintegrasikan dengan baik, sehingga komunikasi antara pengurus pusat dengan pengurus  daerah terutama diluar Jawa bisa lebih baik lagi.

kedua, Semua kegiatan-kegiatan diluar yang mewakili Ikapi yang dilakukan oleh pengurus pusat dan dewan pertimbangan pusat, harus sepengetahuan, harus seijin dan hasilnya harus dilaporkan kepada Ketua Umum Ikapi. Begitu pula yang terjadi di daerah harus sepengetahuan ketua daerah dan pada tingkat cabang harus sepengetahuan ketua cabang. Transparansi pengurus sangat diperlukan dalam memimpin organisasi. Masalah Kurikulum baru, ini ada 3 macam kurikulum yang akan diterapkan pada tahun pelajaran 2022-202 : pertama, Kurikulum Mandiri Belajar; kedua, Kurikulum Mandiri Berubah; dan Kurikulum Mandiri Berbagi.

Buku ajar tersebut nantinya akan dibuat oleh pemerintah, sehingga penerbit sepertinya hanya bisa membantu cetak dan menjual. Apalagi dengan adanya buku digital, penerbit dan percetakan semakin tidak berdaya.

Ketiga, Ikapi bisa lebih berharap kepada media-media untuk lebih menyuarakan kondisi perbukuan saat ini dan keadaan anggota Ikapi yang mayoritas terpuruk akibat pandemi dan kebijakan Kemendikbud yang tidak jelas arahnya. Lebih baik lagi kalau yang bersuara itu para tokoh-tokoh literasi. Sehingga diharapkan kementerian -kementerian yang terkait dengan Ikapi dapat segera membantu memikirkan nasib industri perbukuan, demikian juga pada pemerintah daerah melalui Pemerintah daerah dan perpustakaan daerah.

Keempat, Tentang rencana kongres perbukuan dan pejabat baru Puskurbuk saat ini, perlu ada audiensi dan pendekatan ulang, karena pejabat baru ini tidak ikut mengawal rencana kongres perbukuan dan diharapkan harus ada target yang diinginkan, agar keputusan atau rekomendasi kepada pemerintah bisa lebih memperhatikan kelangsungan tata niaga dan ekosistim industri perbukuan Nasional untuk melihat perjalanan pendidikan kedepan yang tertata lebih baik.

Kelima, Menggaris bawahi tentang hak cipta dan pembajakan buku masih harus diperhatikan lebih serius lagi, karena masih banyak laporan2 dari anggota Ikapi di daerah maupun dari para penulis, terutama di market place, nanti akan disampaikan lebih detail oleh Ibu Kartini yang juga sebagai ketua PRCI yang saat ini sudah didukung oleh kemenparekraf, karena beliau ahlinya tentang hak cipta. Beliau nanti awal bulan April akan ke London Book Fair dengan dana sendiri, sambil jualan stand IIBF 2022.

Terkait perkembangan jumlah Cabang Ikapi, Udanarto mengapresiasi kinerja IIkapi Pusat, karena telah melebarkan sayap secara signifikan jumlah terbentuknya Cabang.

“Alhamdulilah jumlah DPC Ikapi di Indonesia terus bertambah, saat ini sejumlah 22 DPC Kota/Kabupaten, dengan rincian: Ikapi Jabar sejumlah : 6 DPC (Kota Bandung, Kab Bandung, Kota Cimahi, Kab. Sumedang, Bogor dan Bekasi); kemudian Ikapi Jateng sejumlah : 1 DPC (Kota Semarang); Diwilayah Jawa Bagian Timur, Ikapi Jatim saat ini sejumlah 6 DPC (Kota Surabaya, Kab. Sidoarjo, Kota Malang, Kab. Malang, Kab. Jember, Kota Ponorogo), kemudian dalam waktu dekat segera dilantik 9 DPC lagi (Kab. Gresik, Kab. Lamongan, Kab. Bojonegoro, Kab. Pasuruan, Mojokerto, Kab. Jombang, Kab. Kediri, Madiun, Kab. Ngawi), sehingga DPC Ikapi di Jatim akan berjumlah 15 DPC. Dan, diharapkan dapat segera diikuti oleh DPD-DPD lainnya.” ungkap Ketua Dewan Pertimbangan Ikapi Pusat.

Diakhir sambutan, Ketua Dewan Perimbangan Pusat IKAPI berharap pengurus pusat dan pengurus daerah kedepan tetap harus bersemangat terus, meskipun pandemi belum selesai dan support dari pemerintah yang belum maksimal. Secara khusus Udanarto meminta agar Ketua Ikapi Jatim pada giliranya, bisa melaporkan progress Festival Hari Buku Nasional yang akan di pusatkan di Surabaya, tanggal 17-21 Mei 2022. Ini adalah kegiatan Ikapi Pusat, diharapkan dukungan dari semua rekan-rekan pengurus DPD-DPD Ikapi.” pungkasnya (red)

Please follow and like us:
Tweet 20

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

RSS
Follow by Email